Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Catat 113 Guguran Lava dalam Sehari


Mainberita – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih menunjukkan intensitas tinggi.

Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Rabu, 7 Januari 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, Merapi masih berstatus Level III (Siaga) dengan aktivitas dominan berupa guguran lava ke arah barat daya.

Kondisi Meteorologi

Selama periode pengamatan, kondisi cuaca di sekitar Gunung Merapi dilaporkan mendung disertai hujan. Arah angin terpantau tenang dan cenderung ke timur.

Suhu udara berkisar antara 18,3 hingga 26,4 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 68–90,3 persen. Sementara itu, tekanan udara berada pada rentang 873,3–917,2 mmHg.

Baca Juga  Apel Pagi Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar Bahas PTSL 2025 dan Kesiapan Prioritas Nasional 2026

Aktivitas Visual

Secara visual, puncak Gunung Merapi tertutup kabut dengan intensitas 0–II hingga 0–III, sehingga asap kawah tidak teramati selama pengamatan berlangsung.

Data Kegempaan

BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan berupa 113 kali guguran lava. Guguran tersebut memiliki amplitudo antara 2–37 mm dengan durasi gempa berkisar 38,83 hingga 200,28 detik, menunjukkan aktivitas magma yang masih aktif.

Potensi Bahaya

BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya utama saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas yang berpotensi meluncur ke sejumlah sektor, khususnya:

  • Sektor selatan–barat daya
    • Sungai Boyong dengan jarak luncur maksimal 5 kilometer
    • Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak luncur maksimal 7 kilometer
  • Sektor tenggara
    • Sungai Woro dengan jarak luncur maksimal 3 kilometer
    • Sungai Gendol dengan jarak luncur maksimal 5 kilometer
Baca Juga  Meneladani Nilai-Nilai Tradisi Kupatan: Makna di Balik Hidangan Lebaran

Selain itu, BPPTKG juga mengingatkan potensi lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif, yang dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.

Curah hujan selama periode pengamatan tercatat sebesar 2 mm per hari, yang tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu potensi aliran lahar di sungai-sungai berhulu di Gunung Merapi.

Masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk tetap waspada, mematuhi rekomendasi BPPTKG, serta tidak beraktivitas di zona berbahaya sesuai status Siaga yang masih berlaku. (***)

- Advertisment -spot_img

Most Popular