TULUNGAGUNG – Cabang olahraga (cabor) baru woodball resmi diperkenalkan di Kabupaten Tulungagung. Launching dan sosialisasi olahraga tersebut digelar di Lapangan Gelora Pojok Raya, Kecamatan Ngantru, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Pengurus Provinsi Indonesia Woodball Association (IWbA) Jawa Timur, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung, serta pengurus IWbA Kabupaten Tulungagung. Puluhan siswa-siswi calon atlet dari tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kabupaten Tulungagung, Gilang Zelakusuma, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal pengembangan woodball di Tulungagung. Selain sosialisasi, kegiatan ini juga sekaligus melakukan seleksi awal calon atlet.
“Pada hari ini kami mengadakan sosialisasi sekaligus seleksi terkait woodball di Kabupaten Tulungagung. Woodball termasuk cabor baru di Tulungagung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut Dispora juga menghadirkan atlet-atlet dari tingkat provinsi untuk memberikan pengenalan dan pelatihan dasar kepada para peserta. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai sekitar 108 orang, terdiri dari pelajar serta guru olahraga dari berbagai sekolah di Tulungagung.
Menurut Gilang, pengembangan woodball di Tulungagung akan dilanjutkan dengan sejumlah agenda penting. Di antaranya Musyawarah Cabang (Muscab) IWbA Tulungagung pada 27 Maret 2026, dilanjutkan pelantikan pengurus pada 28 Maret 2026.
“Setelah itu, pada 3 hingga 5 April 2026 akan digelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) woodball tingkat Jawa Timur yang rencananya juga dilaksanakan di Lapangan Pojok ini,” jelasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, pihaknya berharap dapat menjaring bibit-bibit atlet berbakat dari Kabupaten Tulungagung yang nantinya mampu berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Provinsi IWbA Jawa Timur, Nurul Hidayati, menjelaskan bahwa woodball memang tergolong olahraga baru di Jawa Timur. Namun secara nasional, olahraga ini sudah berkembang sejak lama.
“Di Indonesia sebenarnya woodball sudah lama, sejak sekitar 2006. Perkembangannya terus mengikuti daerah-daerah lain sehingga pada 2020 mulai berkembang lebih luas,” katanya.
Ia menambahkan, woodball juga sudah dipertandingkan di berbagai ajang olahraga besar. Bahkan, pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), cabang olahraga ini berhasil menyumbangkan medali.
“Di PON kemarin kita juga sudah masuk dan meraih medali perak. Selain itu, di ajang internasional juga ada atlet yang masuk tim dengan total empat medali perak,” jelasnya.
Nurul menilai antusiasme peserta dari Tulungagung dalam mengikuti sosialisasi dan seleksi ini cukup tinggi. Para pelajar terlihat serius mengikuti materi yang diberikan oleh pelatih dan pengurus IWbA.
“Alhamdulillah antusiasme anak-anak luar biasa. Mereka memperhatikan dengan baik materi yang disampaikan dan menyerap ilmu yang diberikan,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, tim IWbA Jawa Timur juga akan kembali melakukan seleksi lanjutan untuk mempersiapkan atlet yang akan tampil pada Kejuaraan Provinsi woodball di Tulungagung.
Nurul optimistis Kabupaten Tulungagung memiliki potensi untuk melahirkan atlet woodball berprestasi. Namun ia menegaskan bahwa prestasi membutuhkan proses latihan yang konsisten.
“Untuk berprestasi tentu harus melalui proses. Saya berharap anak-anak tetap berlatih secara rutin. Saya yakin Tulungagung ke depan bisa melahirkan atlet berprestasi,” pungkasnya.(*)

