Pemerintah menegaskan bahwa cagar budaya tidak lagi dipandang semata sebagai peninggalan masa lalu, melainkan modal masa depan. Melalui pelestarian berkelanjutan, situs-situs bersejarah seperti Candi Dadi diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, membuka ruang bagi tumbuhnya sektor ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata berbasis budaya, sekaligus pendidikan sejarah yang hidup dan membumi.
Bagi Tulungagung, pengakuan ini adalah tonggak kebanggaan. Bagi Candi Dadi, ini adalah pengakuan negara atas nilai luhur yang selama ini dijaga dalam diam. Dan bagi bangsa Indonesia, ini adalah pengingat bahwa merawat sejarah bukanlah nostalgia, melainkan investasi peradaban.
Candi Dadi kini tidak hanya milik Tulungagung, tetapi telah resmi menjadi bagian dari ingatan kolektif nasional—sebuah warisan yang dijaga hari ini, untuk diceritakan kepada generasi esok.

