Istri Fiersa Besari Alami Kecelakaan di Stasiun Gambir, Berikut Kronologinya

Mainberita – Musisi Fiersa Besari baru-baru ini mengungkap pengalaman tidak menyenangkan yang dialami istrinya, Aqia Nurfadla, terkait insiden kecelakaan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026.

Saat kejadian, Aqia tengah membantu manajer Fiersa, Ubay, menurunkan barang dari bagasi taksi. Di waktu bersamaan, Fiersa menggendong putri mereka yang masih tertidur. Tanpa diduga, sebuah mobil menabrak mereka dari arah belakang.

Melalui unggahan di akun Instagram @fiersabesari pada Minggu (4/1/2026), Fiersa menjelaskan bahwa Aqia dan Ubay sempat terjepit di antara kendaraan. Ubay berhasil menghindar ke samping, sementara Aqia tidak sempat menyelamatkan diri.

Fiersa menyebut pengemudi mobil tersebut merupakan pria lanjut usia, sekitar 60–70 tahun. Ia mengaku emosinya memuncak bukan hanya karena kejadian tabrakan, tetapi juga akibat respons sang pengemudi yang dianggap meremehkan kondisi Aqia.

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan Awal Puasa 19 Februari 2026

“Reaksi pertama saya tentu marah besar. Tapi yang membuat lebih emosi, beliau bilang ini hanya keseleo dan menawarkan Rp200 ribu untuk berdamai,” tulis Fiersa.

Setelah kejadian, Fiersa segera membawa Aqia ke Pos Kesehatan KAI Gambir untuk pertolongan awal. Sementara itu, Ubay menahan pengemudi hingga pihak kepolisian tiba. Pengemudi tersebut kemudian mengaku tidak memiliki uang dan menyebut mobil yang digunakan bukan miliknya, sebelum akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

Dalam unggahan lanjutan pada Senin (5/1/2026), Fiersa menjelaskan bahwa kemarahannya bukan dipicu oleh persoalan materi. Ia menegaskan pentingnya tanggung jawab atas kelalaian, terlebih jika berpotensi membahayakan orang lain.

Fiersa juga mengaku sulit membayangkan kemungkinan yang lebih buruk jika putrinya tidak sedang digendong saat kejadian. Aqia kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan rontgen, sementara Ubay mengurus laporan polisi.

Baca Juga  Catat! Ini Tata Cara dan Syarat Lengkap Pemecahan Bidang Tanah bagi Pemegang Hak

Meski sempat melapor, Fiersa akhirnya memutuskan untuk mencabut laporan tersebut. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan permintaan Aqia dan masukan dari Ubay, yang menilai pelaku bukan berasal dari kalangan mampu.

Fiersa menyebut bahwa melanjutkan proses hukum berisiko menimbulkan dampak panjang, mulai dari penyitaan kendaraan hingga kerepotan administratif, tanpa jaminan ganti rugi bagi korban. Ia juga menilai proses tersebut berpotensi memicu dendam, bukan efek jera.

Meski laporan dicabut, pelaku tetap menerima sanksi tilang yang dijadwalkan disidang pada akhir Januari 2026. Bagi Aqia, hal itu dinilai sudah cukup. Fiersa pun menghormati keputusan istrinya, meski menegaskan bahwa pencabutan laporan tidak otomatis berarti memaafkan.

Fiersa juga mengungkap bahwa dirinya sebenarnya beberapa kali hampir terpancing emosi dan berkata keras. Namun, ia memilih menahan diri demi menghindari kesalahpahaman publik, terutama jika potongan video kejadian tersebar di media sosial tanpa konteks.

Baca Juga  KPAI dan Kemenag: Aksi Gus Elham Mencium Anak Langgar Aturan Perlindungan Anak dan Berpotensi Pidana

Menurut Fiersa, bersikap tenang adalah pilihan terbaik dalam situasi tersebut. Ia bahkan berseloroh bahwa responsnya bisa berbeda jika pelaku berusia jauh lebih muda. (***)

- Advertisment -spot_img

Most Popular