Joko Tri Asmoro Gelar Tasyakuran, Hadirkan Pagelaran Wayang Kulit Ki Minto Sudarsono

Mainberita Tulungagung — Suasana hangat dan penuh rasa syukur akan menyelimuti Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, pada Sabtu, 22 November 2025. Anggota DPRD Tulungagung terpilih periode 2024–2029, Joko Tri Asmoro, menggelar acara Tasyakuran Kemenangan sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan amanah, kepercayaan, dan doa selama proses pencalonan hingga terpilih kembali sebagai wakil rakyat.

Joko Tri Armoro - Tasyakuran Ki Minto
Joko Tri Armoro – Tasyakuran Ki Minto

Acara tasyakuran ini akan dikemas secara khas dan bermakna melalui Pagelaran Wayang Kulit, menampilkan dalang kondang Ki Minto Sudarsono dengan lakon “Wahyu Tri Manggala Yudho”, sebuah cerita yang sarat makna kepemimpinan, amanah, dan kesaktian nurani seorang pemimpin dalam mengemban tugas untuk kemaslahatan rakyat.

“Acara ini bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi rasa syukur dari hati yang paling dalam. Saya berdiri di DPRD karena kepercayaan rakyat. Tugas saya adalah menjaga amanah itu,” begitu pesan yang ingin disampaikan Joko Tri Asmoro melalui tasyakuran ini.

Baca Juga  Safari Ramadan di Garum, Bupati Blitar Ajak Warga Makmurkan Masjid dan Jaga Kerukunan

Selain pagelaran wayang, acara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan Joklitik Joklutuk, serta kehadiran para sinden dan penabuh gamelan yang akan memperkuat suasana budaya Jawa yang sakral dan meriah. Dukungan teknis acara turut di-backup oleh KR Audio Sound System.

Acara ini dibuka untuk masyarakat luas, dengan melibatkan seluruh konstituen setia yang telah membersamai perjalanan politik Joko Tri Asmoro selama ini.

Dalam momentum penuh rasa syukur ini, Joko Tri Asmoro menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Tulungagung, khususnya para pendukung di daerah pemilihannya.

“Kepercayaan ini menjadi energi bagi saya untuk bekerja lebih baik. Saya ingin tetap dekat dengan masyarakat, mendengar lebih banyak, dan mengerjakan lebih maksimal untuk Tulungagung,” ujarnya.

Baca Juga  Reforma Agraria di Indonesia: Saatnya Wujudkan Land Reform untuk Petani Tak Bertanah

Lewat tasyakuran budaya ini, Joko Tri Asmoro berharap hubungan antara pemimpin dan masyarakat semakin erat, selaras dengan nilai-nilai lokal yang penuh gotong royong dan kebersamaan.

- Advertisment -spot_img

Most Popular