Audit dan Penelusuran Data, Tahap Selanjutnya Masih Ditunggu
Ketika ditanya soal kemungkinan adanya audit terhadap laporan keuangan proyek, Setyo belum memberikan jawaban pasti.
Menurutnya, audit adalah bagian dari tahap lanjutan setelah proses telaah selesai dan ditemukan bukti permulaan yang cukup.
“Mau minta audit terkait Whoosh nggak, Pak?” tanya wartawan.
“Baru juga, nanti kita lihat seperti apa dalamnya,” jawab Setyo sambil tersenyum.
Jawaban yang tampak ringan itu justru memicu banyak spekulasi baru di kalangan pengamat hukum dan ekonomi.
Mereka menilai bahwa proyek kereta cepat Whoosh memang memiliki kompleksitas tinggi dalam penganggaran, sehingga rawan terjadi penyimpangan jika tidak diawasi dengan ketat.
Beberapa pihak juga mendesak agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan KPK dapat berkolaborasi melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh tahapan proyek, mulai dari pembebasan lahan hingga pembelian material dan kontrak kerja sama dengan investor luar negeri.
Publik Menanti Langkah Tegas KPK
Hingga berita ini ditulis, KPK belum mengumumkan secara resmi apakah laporan dugaan korupsi kereta cepat Whoosh akan naik ke tahap penyelidikan.
Namun, janji dari Ketua KPK untuk menelaah dan menindaklanjuti laporan menjadi titik awal yang ditunggu masyarakat.
Proyek kereta cepat Whoosh sendiri diluncurkan dengan biaya lebih dari Rp 100 triliun, melibatkan konsorsium antara Indonesia dan Tiongkok.
Meski telah beroperasi dan diklaim menjadi kebanggaan nasional, proyek ini masih menyisakan banyak pertanyaan soal transparansi dan efisiensi penggunaan dana publik.
Dengan munculnya komitmen KPK untuk menelusuri dugaan korupsi kereta cepat Whoosh, publik berharap lembaga antirasuah ini mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap proyek strategis pemerintah.
Kepastian hukum, audit terbuka, dan keberanian untuk mengungkap kebenaran menjadi hal yang dinantikan.
Sementara itu, KPK menyatakan akan segera memberi perkembangan lanjutan setelah proses telaah dan verifikasi laporan rampung dilakukan.(*)

