BLITAR – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menegaskan penataan ruang harus menjadi instrumen utama untuk mewujudkan empat visi Presiden Prabowo Subianto. Empat visi itu meliputi ketahanan pangan, kemandirian energi, industrialisasi nasional, serta penyediaan perumahan rakyat terjangkau.
Nusron menyebut seluruh sektor pembangunan bergantung pada ketersediaan tanah. Karena itu, tata ruang harus mampu menyeimbangkan kebutuhan lahan agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan. Ia menekankan pentingnya penyelarasan RTRW dan RDTR daerah dengan arah pembangunan nasional.
Ia juga menegaskan bahwa niat pembangunan harus benar sejak awal. Kesalahan dalam penataan ruang, menurutnya, menunjukkan kekeliruan dalam memaknai visi pembangunan. Kementerian ATR/BPN menargetkan penyelesaian 2.000 RDTR dalam dua tahun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya turut menyoroti pentingnya RDTR sebagai kunci membangun kota berkarakter dan berkelanjutan. Dalam Sarasehan Hari Tata Ruang 2025 itu hadir pula Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, pejabat pimpinan tinggi Kementerian ATR/BPN, dan Ketua Ikatan Ahli Perencana Indonesia Hendricus Andy Simarmata.(*)



