Mainberita Tulungagung – Event Roof of Tulungagung 2025 kembali mencuri perhatian. Setelah sukses menggandeng berbagai sponsor dan memantik antusiasme pelari lokal, kini panitia resmi merilis medali khusus finisher dengan tajuk “FINISHER ONLY”, sebuah simbol kehormatan yang hanya bisa dibawa pulang oleh mereka yang benar-benar menaklukkan rute menuju Candi Dadi.
Pengumuman rilis medali ini langsung ramai dibicarakan di kalangan runner Tulungagung dan sekitarnya. Bukan tanpa alasan, desainnya membawa pesan kuat “Medali ini bukan sekadar penghargaan. Maknanya terukir dari setiap jejak yang kau perjuangkan.”
Medali edisi tahun ini menjadikan Candi Dadi sebagai elemen utama. Tidak sekadar ornamen, namun simbol perjalanan mental dan fisik yang harus dilalui peserta. Rute Roof of Tulungagung dikenal menantang, menanjak, dan membutuhkan manajemen tenaga yang matang. Di sini, ketahanan diuji, ego dihancurkan, dan mental ditempa.
“Candi Dadi adalah saksi siapa saja yang benar-benar layak menyandang titel finisher. Hanya untuk yang berani dan mau mengurus dirinya sendiri,” ujar panitia dalam rilis resmi mereka.
Slogan “Urus Dirimu!” menjadi penegasan bahwa perjalanan menuju garis finis adalah perjalanan personal. Tidak hanya soal lari, tetapi bagaimana seorang pelari mengelola napas, tenaga, langkah, hingga rasa ragu saat menanjak melewati jalur batuan khas kawasan Candi Dadi.
Dalam konteks dunia lari yang kini semakin kompetitif dan penuh euforia pencapaian digital, Roof of Tulungagung memilih membawa kembali makna dasar dari sebuah finisher medal, penghargaan atas proses, bukan sekadar hasil.
Roof of Tulungagung bukan sekadar lomba lari. Ia adalah momentum, pertemuan antara alam, sejarah, dan keberanian manusia. Sebuah ruang untuk menguji diri, membuktikan bahwa perjalanan setapak demi setapak adalah perjalanan menemukan harga diri.
Medali finisher bukan untuk semua orang, melainkan untuk mereka yang berani dan manuntaskan tantangan ini dibawah COT lah yang berhak membawanya pulang.

