Slogan “Urus Dirimu!” menjadi penegasan bahwa perjalanan menuju garis finis adalah perjalanan personal. Tidak hanya soal lari, tetapi bagaimana seorang pelari mengelola napas, tenaga, langkah, hingga rasa ragu saat menanjak melewati jalur batuan khas kawasan Candi Dadi.
Dalam konteks dunia lari yang kini semakin kompetitif dan penuh euforia pencapaian digital, Roof of Tulungagung memilih membawa kembali makna dasar dari sebuah finisher medal, penghargaan atas proses, bukan sekadar hasil.
Roof of Tulungagung bukan sekadar lomba lari. Ia adalah momentum, pertemuan antara alam, sejarah, dan keberanian manusia. Sebuah ruang untuk menguji diri, membuktikan bahwa perjalanan setapak demi setapak adalah perjalanan menemukan harga diri.
Medali finisher bukan untuk semua orang, melainkan untuk mereka yang berani dan manuntaskan tantangan ini dibawah COT lah yang berhak membawanya pulang.

