
TULUNGAGUNG, MainBerita – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tulungagung bakal menyalurkan dana segar sebesar Rp 4,4 Miliar (M) kepada ratusan lembaga dan ormas di Tulungagung pada tahun 2026 mendatang.
Meski nominal anggaran yang diberikan menurun, namun jumlah penerimanya dipastikan akan bertambah.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat Bakesbangpol Tulungagung, Budi Prasetyo menyebut tahun depan ada 208 lembaga dan ormas di Tulungagung yang akan dikucuri dana segar.
Totalnya mencapai 4,4 M yang bersumber dari APBD Tulungagung.
Anggaran yang disalurkan tersebut justru menurun jika dibandingkan tahun 2025 sebanyak Rp 5,3 Milyar.
“Anggaran yang disalurkan menurun untuk jumlah penerima justru bertambah dari 145 bertambah menjadi 208,” beber Budi.
Tambahan lembaga diatas terdiri dari sosial, dan keagamaan.
Selain itu, Budi memambahkan untuk tahun 2025 jumlah penerima pokir tidak ada pembatasan akan tetapi untuk tahun 2026 ada pembatasan yakni Rp 25 juta.
Untuk non pokir atau buatan pemerintah mendapatkan Rp 50 juta setiap lembaga yakni FKUB, FKDM dan FPK.
“Untuk yang pokir mendapatkan setiap 2 tahun sekali untuk yang non pokir mendapatkan setiap tahun,” Jelasnya.
Untuk monitoring penggunaan dana tersebut, pihak Bankesbangspol akan berkunjung ke lembaga dan ormas. Akan tetapi hanya beberapa saja tidak menyeluruh lantaran keterbatasan yang ada.
*Untuk monitoring kita lakukan kunjungan ke lembaga tersebut, walaupun tidak bisa semua karena keterbatasan anggaran kita lakukan sampling saja,” katanya.
Pelaporan pertanggungjawaban memang sempat ada temuan masalah yakni pada tahun 2024 kemarin.
Dimana laporan pertanggungjawaban yang seharusnya dilaporkan paling lambat bulan Desember justru dilaporkan pada Januari 2025.
Keterlambatan pelaporan pertanggungjawaban tersebut menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Itu kami jadikan pelajaran semoga tahun ini tidak ada masalah untuk pelaporan pertanggungjawaban,” tutupnya. ***
