Mainberita – Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans tengah menjadi perbincangan luas di media sosial. Buku yang dibagikan secara gratis ini memuat kisah nyata pengalaman Aurelie sebagai korban grooming sejak usia remaja, sekaligus menjadi ruang refleksi, pemulihan, dan edukasi bagi perempuan muda.
Seiring viralnya buku tersebut, banyak pembaca penasaran dengan sosok-sosok yang disebut menggunakan inisial dan nama samaran di dalam cerita.
Pertanyaan tentang siapa orang-orang di balik inisial itu pun ramai dibahas, terutama karena kisah yang diangkat terasa begitu personal dan nyata.
Namun, Aurelie sejak awal menegaskan bahwa Broken Strings ditulis sepenuhnya dari sudut pandangnya sebagai korban.
Penggunaan inisial dan nama samaran dilakukan untuk melindungi privasi pihak-pihak terkait, sekaligus menjaga fokus pembaca pada pengalaman, dampak psikologis, dan proses pemulihan yang ia jalani, bukan pada identitas individu tertentu.
Dalam bab awal buku, Aurelie menceritakan pertemuannya dengan seorang pria bernama Bobby—nama samaran—yang ia kenal di lokasi syuting.
Pertemuan tersebut menjadi awal dari proses grooming yang kemudian berkembang menjadi relasi penuh manipulasi, kontrol emosional, dan ketergantungan psikologis.
Aurelie tidak merinci identitas asli tokoh tersebut dan secara sadar menghindari romantisasi atas pengalaman traumatis yang dialaminya.

