Broken Strings, Buku Pengakuan Aurelie Moeremans tentang Manipulasi dan Pemulihan Diri

Mainberita – Selebritis Aurelie Moeremans resmi meluncurkan sebuah buku berjudul Broken Strings yang memuat kisah nyata perjalanan hidupnya sebagai korban grooming sejak usia remaja.

Buku ini tidak hanya menjadi sarana penyembuhan pribadi, tetapi juga ditujukan sebagai media edukasi dan penguatan bagi perempuan muda.

Grooming merujuk pada situasi ketika anak atau remaja berada dalam kendali dan manipulasi orang yang lebih dewasa, baik secara emosional maupun psikologis. Pengalaman inilah yang diangkat Aurelie secara jujur dalam bukunya.

Melalui akun Instagram pribadinya, Aurelie membagikan alasan di balik keberaniannya menulis Broken Strings. Ia menyebut dukungan penuh sang suami, Tyler Bigenho, sebagai faktor utama yang mendorongnya untuk membagikan kisah tersebut ke publik.

Baca Juga  Ramadan 2025, Presiden Prabowo Instruksikan Diskon Tarif Tol dan Tiket Pesawat untuk Dukung Mobilitas Idul Fitri & Nyepi

“Banyak yang mengucapkan terima kasih karena aku menulis buku ini, tapi aku juga harus berterima kasih ke suamiku, @drtylerbigenho.

Dari awal dia percaya ceritaku bisa berdampak baik dan berarti bagi banyak perempuan muda,” tulis Aurelie, dikutip dari Kompas.com, Minggu (11/1/2026).

Aurelie mengaku tidak menyangka bukunya mendapat respons luas. Ia menerima banyak pesan dari pembaca yang merasa terbantu dan terwakili oleh cerita yang ia tuangkan.

“Terima kasih banyak untuk semua yang sudah menghubungi aku setelah membaca bukuku #brokenstrings,” tulisnya lagi.

Dalam unggahan yang sama, Aurelie juga mengungkapkan bahwa sang suami merasa bangga sekaligus sangat protektif setelah mengetahui pengalaman pahit yang pernah ia alami.

Baca Juga  Lebih dari Sekadar Olahraga, Padel Jadi Tempat Orang Bertemu dan Tertawa

“Dia bangga padaku dan tentu saja tidak terima aku pernah diperlakukan seperti itu,” ungkap Aurelie.

Melalui Broken Strings, Aurelie memaparkan pengalaman manipulasi dan kontrol yang ia alami, hingga proses panjang untuk memulihkan diri sebagai korban.

“Ini tentang manipulasi, kontrol, dan proses perlahan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa buku tersebut ditulis sepenuhnya dari sudut pandangnya sebagai korban, tanpa upaya meromantisasi trauma yang dialaminya.

Buku Broken Strings dapat diakses secara gratis melalui tautan yang dibagikan Aurelie di media sosial.

Pada bagian awal buku, Aurelie menceritakan pertemuannya dengan seorang pria bernama Bobby—nama samaran—yang ia kenal saat berada di lokasi syuting.

Baca Juga  Apa Saja Hari Penting di Desember 2025? Ini Daftar Lengkapnya!

Pertemuan tersebut menjadi awal dari proses grooming yang kemudian memberi dampak besar dalam kehidupannya.

Lewat buku ini, Aurelie berharap kisahnya dapat menjadi pengingat sekaligus sumber kekuatan bagi perempuan muda agar lebih waspada, berani bersuara, dan tidak merasa sendirian menghadapi pengalaman serupa. (***)

- Advertisment -spot_img

Most Popular