Sebagai contoh, Fadli menyinggung bagaimana narasi mengenai agresi militer pertama dan kedua oleh Belanda disebut sebagai “aksi polisionil” dalam versi kolonial, yang seolah menggambarkannya sebagai penertiban terhadap gangguan keamanan, bukan invasi terhadap bangsa yang sudah merdeka.
Proyek ini, lanjut Fadli, mendapat dukungan anggaran sekitar Rp 9 miliar dan kini sedang dalam tahap penyusunan oleh pemerintah. (*)
1 2

