Selain menyediakan penginapan, Masjid Istiqlal juga akan melanjutkan tradisi berbagi makanan berbuka puasa. Setiap hari, panitia menyiapkan 4.000 porsi nasi kotak lengkap dengan air minum untuk para jemaah.
Pada 10 malam terakhir Ramadhan, Masjid Istiqlal akan beroperasi selama 24 jam dan menyediakan makanan sahur bagi jemaah yang melakukan i’tikaf.
Selain itu, Masjid Istiqlal juga akan menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan untuk memperkuat ibadah di bulan suci. Ceramah, kajian tafsir, serta tadarus Al-Qur’an akan digelar setiap harinya untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada jemaah.
Selama 10 malam terakhir, akan ada sesi qiyamul lail yang dipimpin oleh imam-imam terkemuka, sehingga jemaah dapat mengisi malam dengan ibadah yang lebih khusyuk.
Inisiatif ini sejalan dengan visi Masjid Istiqlal sebagai pusat peribadatan dan kegiatan sosial yang inklusif. Dengan memberikan fasilitas hotel gratis dan berbagi makanan bagi jemaah, Istiqlal tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol kepedulian terhadap sesama.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain untuk turut serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas selama bulan Ramadhan. (*)

