Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah aktif dengan menjalin kolaborasi bersama kementerian dan lembaga lain guna menciptakan peluang kerja baru. Salah satu contohnya adalah kerjasama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membuka lapangan pekerjaan di sektor pangan. Selain itu, Kemnaker juga menggandeng pihak pengelola kawasan industri untuk menggali potensi lapangan kerja tambahan.
Yassierli optimistis bahwa dengan berbagai upaya strategis tersebut, Indonesia dapat membuktikan bahwa prediksi IMF tidak akan terbukti. “Prediksi itu sah-sah saja, tapi kami berkomitmen untuk menunjukkan bahwa realitanya bisa jauh lebih baik,” tegasnya.
Sebagai tambahan, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2025 mencatat sekitar 7,28 juta penduduk Indonesia masih berada dalam kondisi menganggur.
IMF sendiri mendefinisikan pengangguran sebagai persentase dari angkatan kerja yang belum memperoleh pekerjaan atau masih aktif mencari kerja. (*)

