Tidak curang dalam pekerjaan, tidak menindas orang lain, dan menjadi teladan integritas adalah bentuk ibadah yang hidup.
3. Rajin Berdoa dan Membaca Kitab Suci
Isa Almasih sendiri adalah sosok yang dekat dengan Allah melalui doa. Umat Kristiani zaman sekarang dapat menghargai-Nya dengan tetap menjaga kedekatan spiritual โ melalui doa, perenungan firman, dan keterlibatan aktif dalam pelayanan gereja.
4. Menjadi Garam dan Terang di Dunia Digital
Di era media sosial, banyak orang mencari perhatian daripada membawa pengaruh baik. Seorang pengikut Kristus bisa menghargai Isa Almasih dengan menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, menghindari ujaran kebencian, dan memperkuat harapan.
5. Memberi Waktu dan Tenaga untuk Sesama
Isa Almasih mengajarkan pentingnya melayani, bukan dilayani. Umat Kristiani bisa menghidupi semangat ini dengan menjadi sukarelawan, menyumbang kepada yang membutuhkan, atau sekadar hadir bagi mereka yang kesepian dan putus asa.
Menghargai Isa Almasih di zaman sekarang bukan hanya soal menghadiri ibadah atau mengikuti upacara keagamaan.
Lebih dari itu, ini soal menjalani hidup sesuai ajaran-Nya โ dalam kasih, pelayanan, kejujuran, dan iman yang hidup. Karena menghargai Isa Almasih berarti menjadikan hidup kita cermin kasih-Nya bagi dunia. (*)

