Di Surabaya, seleksi ini mencakup ASN dari berbagai tingkatan, mulai dari lurah, kepala bidang (kabid), camat, kepala perangkat daerah, hingga direktur RSUD. Proses ini memungkinkan pejabat yang kurang kompeten untuk tergantikan oleh kandidat yang lebih inovatif.
Salah satu aspek penting dalam sistem ini adalah keterbukaan proses seleksi. Pemkot Surabaya memastikan seluruh tahapan dapat diakses oleh publik melalui siaran langsung di YouTube dan melibatkan berbagai pihak dalam penilaian.
Langkah ini diharapkan dapat menghilangkan praktik nepotisme serta memastikan hanya pejabat terbaik yang terpilih. (*)
1 2

