Ia juga menegaskan bahwa niat pembangunan harus benar sejak awal. Kesalahan dalam penataan ruang, menurutnya, menunjukkan kekeliruan dalam memaknai visi pembangunan. Kementerian ATR/BPN menargetkan penyelesaian 2.000 RDTR dalam dua tahun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya turut menyoroti pentingnya RDTR sebagai kunci membangun kota berkarakter dan berkelanjutan. Dalam Sarasehan Hari Tata Ruang 2025 itu hadir pula Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, pejabat pimpinan tinggi Kementerian ATR/BPN, dan Ketua Ikatan Ahli Perencana Indonesia Hendricus Andy Simarmata.(*)
1 2

