Sejak zaman Rasulullah SAW, beliau selalu berbuka dengan kurma dan air putih sebelum melaksanakan shalat maghrib. Tradisi ini kemudian berkembang di berbagai negara dengan aneka hidangan khas masing-masing daerah.
Di Indonesia, keberagaman kuliner membuat takjil hadir dalam berbagai bentuk, dari kolak pisang, bubur sumsum, hingga es cendol. Banyak orang juga berbagi takjil secara gratis di masjid, jalanan, atau tempat umum sebagai bentuk kepedulian sosial selama bulan Ramadhan.
Meskipun sering diartikan sebagai makanan berbuka puasa, takjil sebenarnya berarti “menyegerakan berbuka”. Namun, dalam budaya masyarakat, istilah ini telah melekat pada hidangan ringan yang dikonsumsi saat berbuka. Lebih dari sekadar makanan, tradisi takjil juga mencerminkan semangat berbagi dan kebersamaan selama bulan suci Ramadhan. (*)

