Ia menambahkan, penguatan fondasi jalan menjadi fokus utama agar kualitas jalan lebih tahan lama dan tidak mudah rusak kembali. Dengan konstruksi yang lebih kuat, ruas jalan tersebut diharapkan mampu menunjang meningkatnya aktivitas transportasi, terutama kendaraan yang mengangkut hasil pertanian maupun kegiatan ekonomi masyarakat.
Selama proses pengerjaan berlangsung, arus lalu lintas di sekitar lokasi proyek diperkirakan mengalami penyesuaian. Terlebih mendekati Ramadan dan Idul Fitri, mobilitas warga biasanya meningkat. Untuk itu, pemerintah daerah akan menerapkan sistem pengaturan lalu lintas secara bertahap guna menjaga kelancaran perjalanan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan.
Erwin pun mengajak masyarakat untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Menurutnya, gangguan sementara yang terjadi merupakan bagian dari proses pembangunan infrastruktur yang lebih baik dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perbaikan jalan Sambirobyong–Pulotondo merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
“Dengan infrastruktur jalan yang lebih baik, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar dan kegiatan ekonomi di wilayah ini dapat berkembang lebih optimal,” pungkasnya.

