“Kami tentu tidak ingin ada pengaruh Rusia di kawasan kami,” ujar Albanese kepada wartawan, sebagaimana dilansir Reuters.
Laporan yang berkembang juga mendapat respons dari Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, yang telah berbicara langsung dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin.
Menurut Marles, Sjafrie secara tegas membantah adanya rencana keberadaan pesawat tempur Rusia yang beroperasi dari wilayah Indonesia.
“Beliau menyampaikan secara sangat jelas bahwa kabar mengenai kemungkinan pesawat militer Rusia berpangkalan di Indonesia tidak benar,” tegas Marles.
Sebagai catatan, Papua terletak sekitar 1.200 kilometer di utara Kota Darwin, Australia—kota yang menjadi markas rotasi pasukan Korps Marinir Amerika Serikat selama setengah tahun. (*)

