Meski berperilaku di luar batas norma agama, Walid tetap dihormati oleh para pengikutnya, baik laki-laki maupun perempuan.
Salah satu aspek yang paling menimbulkan kontroversi adalah praktik poligami dan pernikahan dengan budak perempuan, yang dalam Islam memang memiliki dasar hukum syariat namun dengan ketentuan ketat dan konteks sejarah yang jelas. Serial ini menggambarkan penyimpangan ajaran tersebut secara ekstrem.
Bidaah dengan jelas memperlihatkan bagaimana praktik-praktik yang menyimpang bisa dikemas dalam citra agama, dan menjadi kritik tersendiri terhadap fenomena pemimpin spiritual yang menyelewengkan ajaran demi kepentingan pribadi atau kelompoknya.
Meskipun tokoh dan ceritanya fiktif, serial ini memicu diskusi penting tentang penyalahgunaan agama dalam masyarakat. (*)

