
TULUNGAGUNG – Stok beras yang dimiliki Bulog Tulungagung per bulan April ini terbilang melimpah.
Dengan total stok mencapai 60 ribu ton, sampai-sampai gudang yang dimiliki saat ini tak mampu menampungnya.
Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan menyebut dengan stok beras yang dimiliki saat bisa menjadi cadangan sampai setahun lebih.
Pada april ini Bulog Tulungagung mencatat stok beras mencapai 60.000 ton.
“Per tadi malam saya cek stok beras kita di 60 ribu ton. Itu bisa menjadi cadangan sampai satu tahun lebih,” kata Yonas.
Jumlah stok tersebut tidak bisa ditampung pada 6 gudang yang dimiliki.
Sehingga, kata Yonas, pihaknya harus menyewa tempat lain untuk menyimpannya.
“Kita itu punya 6 gudang, saat ini kita sudah menyewa 6 tempat untuk penyimpanan. Ini kita juga lagi proses untuk menyewa 2 tempat lagi,” katanya.
Puluhan ribu ton beras itu juga tidak bisa serta merta dikeluarkan. Karena harus menunggu intruksi dari pemerintah pusat.
Biasanya beras dari Bulog digunakan untuk bantuan pangan, untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), atau untuk dikirimkan ke daerah lain di luar jawa.
“Kita sementara sudah mengirim 1.500 ton beras ke NTT dan Papua. Kita masih tunggu penugasan dari pusat,” katanya.
Disisi yang lain stok beras itu masih bisa bertambah. Mengingat Tulungagung dan saat ini sedang memasuki masa panen raya.
Sehingga serapan beras masih bisa dilakukan sampai bulan Juli mendatang.
“Karena di Tulungagung sebagian wilayah ada panen gadu. Sehingga kita masih bisa menyerap sampai bulan Juli mendatang,” tutupnya.***



