Tak lama kemudian, setelah bukti dan hasil penyelidikan menguatkan dugaan pelanggaran berat yang dilakukan oleh Priguna, Fakultas Kedokteran Unpad mengambil langkah tegas dengan memberhentikannya secara permanen.
Meskipun banyak yang mempertanyakan mengapa keputusan tersebut baru muncul setelah kasus menjadi viral, Zahrotur menegaskan bahwa proses investigasi internal membutuhkan waktu, namun tetap dilakukan secara cepat dan serius.
“Tanggal 19 Maret sudah kami berhentikan secara permanen. Meski butuh proses, tim langsung bertindak begitu ada laporan. Kami pastikan yang bersangkutan tidak lagi aktif sebagai mahasiswa Unpad,” jelas Zahrotur. (*)
1 2

