“Kalau mengungkap kebenaran justru membuatmu diperlakukan seperti penjahat, berarti ada yang tidak beres dengan sistem,” tulis komentar lainnya.
Sebelumnya, lagu Bayar Bayar Bayar menjadi viral karena liriknya yang menyinggung praktik oknum polisi yang dianggap tidak profesional. Lagu ini cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan sering digunakan sebagai latar musik untuk berbagai konten video.
Namun, setelah mendapat perhatian luas, Sukatani Band tiba-tiba mengunggah video permintaan maaf.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lirik lagu yang kami nyanyikan hingga viral di media sosial,” ujar Syifa Al Lufti dalam video yang diunggah di Instagram.
Keputusan mereka untuk meminta maaf masih menuai perdebatan. Banyak pihak yang menyayangkan penghapusan lagu tersebut dan mempertanyakan kebebasan berekspresi dalam dunia seni di Indonesia. (*)

