“Dia bangga padaku dan tentu saja tidak terima aku pernah diperlakukan seperti itu,” ungkap Aurelie.
Melalui Broken Strings, Aurelie memaparkan pengalaman manipulasi dan kontrol yang ia alami, hingga proses panjang untuk memulihkan diri sebagai korban.
“Ini tentang manipulasi, kontrol, dan proses perlahan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa buku tersebut ditulis sepenuhnya dari sudut pandangnya sebagai korban, tanpa upaya meromantisasi trauma yang dialaminya.
Buku Broken Strings dapat diakses secara gratis melalui tautan yang dibagikan Aurelie di media sosial.
Pada bagian awal buku, Aurelie menceritakan pertemuannya dengan seorang pria bernama Bobby—nama samaran—yang ia kenal saat berada di lokasi syuting.
Pertemuan tersebut menjadi awal dari proses grooming yang kemudian memberi dampak besar dalam kehidupannya.
Lewat buku ini, Aurelie berharap kisahnya dapat menjadi pengingat sekaligus sumber kekuatan bagi perempuan muda agar lebih waspada, berani bersuara, dan tidak merasa sendirian menghadapi pengalaman serupa. (***)

