BLITAR – Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menekankan pentingnya sanad keilmuan sebagai fondasi berpikir dan etika kepemimpinan dalam merumuskan kebijakan publik. Hal itu disampaikan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid saat menghadiri Kajian Tarawih di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (23/02/2026).
Menurutnya, ilmu harus memiliki sanad agar tidak menyesatkan. Ia mengutip Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim yang menyebut sanad sebagai bagian dari ajaran agama. Tanpa sanad, seseorang berisiko berbicara tanpa dasar yang jelas.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menegaskan, dalam pemerintahan, data, regulasi, dan kerangka hukum berperan sebagai pijakan kebijakan. Tanpa dasar normatif dan fakta yang teruji, keputusan publik dapat berubah menjadi persepsi pribadi.

