Sepanjang 2021, capaian reforma agraria meningkat hingga 500 persen dibanding tahun sebelumnya. Program ini merupakan bagian dari Nawacita Presiden Joko Widodo yang menargetkan pembagian sertifikat tanah hingga sembilan juta hektar pada 2024.
Ia menjelaskan, sumber tanah untuk reforma agraria bisa berasal dari tanah terlantar, kawasan hutan yang telah dibebaskan, tanah HGU yang tidak lagi digunakan, hingga tanah di pinggir pegunungan dan wilayah perdesaan. Program ini terus didorong guna mempercepat pemerataan kepemilikan tanah bagi masyarakat. (*)