Air siraman berasal dari tujuh mata air yang berbeda, termasuk dari rumah orang tuanya, Masjid Al-Azhar di Jakarta, hingga air zam-zam dari Makkah.
Setelah siraman, sebagian kecil rambut Luna dipotong sebagai simbol peralihan dari masa lajang menuju kehidupan sebagai istri.
Upacara ditutup dengan tradisi bopong calon pengantin, di mana kedua kakak laki-laki Luna mengangkat tubuhnya sebagai lambang pengantaran terakhir dari keluarga menuju pelaminan. (*)
1 2

